Barabai, Kampung Halaman-ku
Kota Barabai terletak di Kabupaten HST (Hulu Sungai Tengah),
di Provinsi Kalimantan Selatan. Nah, kota barabai ini punya sejarahnya loh
teman-teman. Jadi, yang aku tahu kalo nama Barabai ini merupakan nama
Administrasi yang di berikan oleh Pemerintah Belanda. Dulu, Ada seorang
pangeran dari Amuntai (Hulu Sungai Utara) yang memerintahkan masyarakat HST
untuk menutup dan memagar daerah ini dengan menabar aliran sungai. Tepatnya
ketika Tanjung dan HSU telah jatuh ketangan Belanda setelah pecahnya Perang Banjar.
Oleh karena itulah, Masyarakat berbondong-bondong mengamankan daerah ini dengan
menabat sungai dan menebang pohon-pohon kayu yang ada, guna menghalang-halangi
para penjajah belanda yang bermaksud ingin mengambil alih daerah ini.
Pepohonan dan semak-semak yang sengaja di taruh di sungaipun berserakan dimana-mana. Kumuh dan kotor bagai "Raba" (bahasa banjar) yang artinya Sampah. Ketika itulah tercatat dalam laporan bahwasanya Serdadu belanda terjebak di "Raba-Raba". Ba-Raba-Ai yang artinya "Ada Sampah". Dan hingga Hari ini kota kecil ini di namakan Barabai.
(Hmm kurang lebih sejarahnya seperti itu. Jika ada kesalahan mohon dikoreksi yaa).
Nah, menurut opiniku sendiri. Barabai ini adalah kota yang Unik, Tidak ketinggalan Zaman, Suasana dan cuacanya sangatlah Nyaman. Masyarakat dan warganya sendiri sangatlah ramah, adab sopan santun dan penempatan kata dalam berucap sangat di tekankan di kota ini.
Wadai atau Kue Khas Barabai antara lain:
1.Apam,
2.Bingka,
3.Kue Lam.
Dan Icon atau Maskot kota Barabai Adalah Burung Sulangking atau yang biasa disebut masyarakat dengan Burung Anggang. Yang filosofinya merupakan seekor Burung yang pandai bangun di pagi hari. Seperti halnya masyarakat Barabai yang pandai bangun di Waktu subuh untuk menunaikan sholat dan pergi berdagang maupun bertani guna menafkahi anak dan istri.
Barabai tak hanya dikenal sebagai masyarakatnya yang pekerja keras, namun juga dikenal sebagai kota santri dan pandai bershalawat pada nabi Muhammad SAW. Yang mana, ada acara yang diselenggarakan satu bulan penuh secara bergilir dari rumah ke rumah yang bertujuan untuk memperingati Hari lahir baginda Nabi Muhammad SAW. Terdengar setiap hari, sholawat nabi yang dilantunkan di setiap rumah. Tak mesti meriah, dan mewah namun penuh dengan kebahagiaan dan saling menjalin Silaturrahim (tali persaudaraan) antar masyarakat di daerah Barabai, Hulu sungai Tengah, Kalimantan Selatan.
jadi, begitulah singkat cerita tentang kota Barabai beserta
deskripsinya. semoga bermanfaat dan menambah Wawasan teman-teman. Terimakasih
sudah mau meluangkan waktu untuk membaca Blog saya. See u!





Komentar
Posting Komentar